Jumat, 26 April 2013

MENDADAK PINSAN.

Pada satu ketika, sang ayah yang sedang terbaring lemah karena sakit mengumpulkan empat anaknya. Tampaknya beliu seperti tahu bahwa umurnya tinggal tersisa sedikit lagi.Dia amat gelisah memikirkan keempat anaknya yang masing masing kini jauh berada dikota.Kecuali Farid anak yang terahir,..ia sekarang lagi bersusah susah mencari pekerjaan dengan modal ijazah SMA.Amat berbeda dengan kakak-kakaknya yang masing-masing sudah hidup serba kecukupan.Mempunyai pekerjaan serta seabrek jabatan yang mentereng.Dan mungkin lantaran kesibukan itulah mereka semua jadi tidak sempat menengok ayahnya,jangankan menengok berkirim beritapun tidak meski hanya sekedar pesan singkat atau SMS.Tapi sudahlah biarkan saja yang jelas ini bukanlah contoh bagus,maka jangan ditiru okkkkkeeee!                          Setelah keempatnya berkumpul sang ayah mulai berkata
   
 Sang Ayah "Anak-anakku semua ada yang ingin ayah sampaikan pada kalian berempat" begitu kata             
                    sang ayah membuka percakapan
Farid          "Iya ayah apa yang ingin ayah katakan mumpung kami telah berkumpul disini sampaikan saja!"
Anak 1       "Katakan pak kami pulang kesini itu membuang waktu banyak padahal waktu yang amat ber
                    harga kalau cuma dibandingkan dengan menengok orang tua yang sakit-sakitan"terhenyak sang
                     ayah mendengar ucapan anak yang telah dibesarkan disekolahkan begitu ketusnya,tidak sedikit
                    pun punya perhatian pada dirinya.
Anak 2         "Bener.' jangan manjalah pak. kami ini punya tanggung jawab yang amat besar dibanding denga
                     n sekedar nungguin orang sakit,bapak kan udah tua jadi wajar dong kalau sakit-sakitan"
Anak 3        "Sudahlahlah pak ngomong!!!!" bentak sianak nomer tiga
Farid           "Masss jangan kasar begitu kan ayah belum selesai bicara,tapi kalian sudah nyrocos
                     terus.bagaimana kita bisa tahu akan apa yang ayah katakan" begitu Farid memotong.
Sang Ayah   "Sudahlah Farid biarkan saja "begitu memelas kalimat sang ayah,namun semuanya tidaklah 
                     membuat ketiga anak-anaknya jadi lunak malah sebaliknya makin ketus saja.
Anak 1         "Memang bukannya makin tua makin bijaksana malah makin ga ngerti kalau kami begitu ba
                     nyak kesibukan.....gawe mangkel saja...pak-pak"
Sang Ayah    "Baiklah anak anakku kalian bertiga sudah ayah sekolahkan,hanya Farid saja yang hanya tamat
                      SMA karena Farid menolak kuliah dan sampai saat ini belum bekerja,tidak mengapa karena
                      itu pilihannya toh Farid iklas"sejenak sang ayah terdiam,....;.ayah sudah menulis wasiat untuk 
                      kalian berempat yaitu tentang harta simpanan ayah yang masing masing senilai 1milyar"
Anak123       "Pak mana lekas buruan,iya aku ws ora sabar,ra usah kesuwen"potong ketiga anaknya
                      serempak
Sang Ayah     "Ayah ingin bertanya pada kalian berempat setelah uang kalian peroleh akan kalian apakan?ja
                      wab satu persatu!"
Anak 1         "Uang tersebut akan aku gunakan untuk mengebangkan perusahaan" sang ayah manggut
                     manggut
Anak 2         "Saya mau magang jadi anggota DPR,dengan uang sebanyak itu saya sangat yakin akan berhasi
                     jadi anggota dewan" sang ayah hanya terdiam
Anak3          "Saya ingin buka cabang baru untuk restoran di Kalimantan Timur"sang ayah juga diam sambil                      melirik sibungsu Farid,seakan memberi isyarat agar siFarid juga memberi jawaban
Farid            "Semua uang yang berikan nantinya akan kami wakafkan untuk Masjid"jawab Farid singkat
Sang Ayah   ".................................................................."hanya terdiam matanya berkacakaca.Namun
                    raut wajah terlihat bercahaya menggambarkan bahwa  hatinya amat bahagia
Anak123     :Masing-masing amat murung sangat keheranan,kaget bukan alang kepalang campur aduk jadi s
                    satu
Sang Ayah  "Farid benarkah apa yang aku dengar,sudahkah kau pikir dengan matang,tidakah kau akan me
                   nyesal?"
Farid          "Tidak ayah demi Allah aku iklas"begitu mendengar kata ikhlas ketiga kakak Farid tiba-tiba
                   pingsan,semaput lemas.............tergolek tidak berdaya.

                   Wasalam,sekian saja ya.                                                                                                                           

                    
     





Tidak ada komentar:

Posting Komentar